• AGG
  • ass

Wujudkan insan Cerdas, Terampil, Unggul, dan Berbudaya Lingkingan...........NEVER RETREAT.............TRISPENT............

Apresiasi Budaya dan Sastra Trispent




Kamis, 13 April 2023 SMP Negeri 3 Tabanan mengadakan literasi budaya yang melibatkan guru dan siswa. Para siswa dan guru sangat antusias menyaksikan literasi budaya tersebut. Hal ini dibuktikan dengan penuhnya halaman sekolah oleh lautan siswa. Yang berpartisipasi dalam literasi budaya tersebut adalah siswa kelas VII dan IX. Yang menjadi pembawa acara adalah Ni Luh Gede Mega Widiasari dari kelas IXB. Rangkaian kata demi kata disampaikan oleh pembawa acara sehingga acara berjalan dengan sistematis.
Yang pertama tampil adalah tarian kreasi yang digarap oleh Ibu Luh Gede Puspawati. Para penari terdiri atas siswa kelas VII dan IX antara lain Ni Kadek Ristya Dewi (VIIB), Ni Putu Elsa Yudia Kinandani (VIID), I Made Nova Dharma Putra (VIIC), dan I Putu Agus Sutama Negara (IXA). Judul tarian yang ditampilkan adalah “Kenangan sane melah” atau kenangan yang indah. Tarian ini mengisahkan tentang kenangan masa kecil yang sederhana tapi mengesankan bagai bulan purnama di malam hari. Tarian ini diiringi musik dan wawancang dari I Gusti Putu Angga Haryatama (IXC).



Acara kedua adalah penampilan darma gita oleh siswa kelas VII dan IX yaitu Ni Kadek Ristya Dewi (VIIB) dan I Komang Agus Adi Merta Sedana (IXB). Alunan suara merdu mereka sangat menenangkan dan membanggakan. Para guru juga tidak mau kalah oleh anak didik mereka. Penampilan ketiga adalah darma gita yang dibawakan oleh Bapak I Wayan Suwindra, S.Pd.Fis dan Ibu Ni Wayan Ratnadi, S.Pd. Penampilan bapak ibu guru ini mendapat sambutan yang antusias dari para guru sejawat dan para siswa.
Penampilan keempat adalah pidato Bahasa Bali yang ditampilkan oleh I Gusti Putu Angga Haryatama (IXC). Judul pidato yang dibawakannya adalah “Sesanan sisya majeng ring guru pengajian” atau perilaku siswa kepada guru di sekolah. Penampilan terakhir adalah mesatua Bali dari siswa kelas VII yaitu Anak Agung Sridhara Yajnapadni (VIIA) dengan judul cerita “I Lutung dan I Kekuwa” atau kera dan kura-kura.
Penampilan Sridhara dalam ceritanya mengakhiri literasi budaya hari itu. Dari literasi ini, diharapkan segala potensi yang guru dan siswa punya dapat digali dan ditonjolkan sehingga dapat berkembang dengan baik. Saat segala sesuatu sudah digitalisasi, diharapkan pula budaya-budaya yang kita punya tetap dilestarikan. Semoga Trispent semakin jaya.


 


(Redaksi : Ni Luh Pt. Yuni Asriniyanti, S.Pd.)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas